Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Husband, Wife, and Golden Retriever

Blog EntryFeb 17, '12 11:32 AM
for everyone
Tibalah saatnya membuktikan kecantikan bawah laut Raja Ampat. 

Waktu check dive sebenarnya sudah terkaget-kaget. Di sekitaran dermaga aja kita udah disambut oleh rombongan batfish dan schooling fusilier. Dermaga aja udah ramai ikan begini. Gimana nanti waktu nyelem beneran di divesitenya.

Gerombolan batfish di sekitar dermaga Sorido Bay

Paket menginap yang kita ambil di Papua Diving sudah termasuk diving 3 x boat dives sehari selama seminggu. Dan ternyata waktu seminggu ini hanya cukup untuk menjelajahi sebagian kecil saja dari daerah Raja Ampat. 

Secara garis besar kondisi divesite di Raja Ampat beragam kekuatan arusnya. Ada yang nyaris tanpa arus seperti di Manta Point (rumahnya pari manta), sampai yang berarus kuat dan gampang berubah-ubah (di Sardine Reef, Blue Magic, dll). Ada yang sampai harus ditarik oleh diveguide. Bahkan sekali hubby sesak napas dan harus balik ke permukaan karena kecapean bantuin saya mencapai dasar. Harus stamina bagus dan tenaga kuat agar tak terseret arus. Kita sendiri yang mengukur kemampuan diri. Kalau merasa sudah tidak sanggup, harus bisa mengatur untuk balik ke atas sendiri.

Pada saat kita menyelam di sana sedang banyak plankton. Bagus untuk ikan karena merupakan makanannya, tetapi tidak bagus untuk visibility dan hasil foto bawah air.

Di dive pertama saya dan hubby sudah merasakan pesona bawah laut Raja Ampat, karena langsung ketemu dengan ikan-ikan besar seperti pari manta, hiu, dan rombongan bumphead parrotfish. Schooling fish jenis barracuda dan fusilier tak terhitung banyaknya. Dan hebatnya pemandangan banyak ikan begini tak jauh dari dermaga kampung Yenbuba di pulau Kri.

Hiu white tip di dermaga Yenbuba

Selain dermaga Yenbuba, di bawah ini saya coba rangkum beberapa dive site yang saya dan hubby selami di Raja Ampat. Semuanya berlokasi maksimal 10 km dari Sorido Bay, kecuali untuk Manta point yang berlokasi lebih jauh.

Blue Magic

Blue Magic merupakan salah satu dive site andalannya Papua Diving. Sesuai dengan namanya, disini benar-benar magic. Terumbu karang warna warni, dan ikan berlimpah baik jenis maupun jumlahnya. Istimewanya disini selain berbagai schooling fish yang bersiliweran, juga bisa bertemu pari manta dan bamboo shark. Bamboo shark ini jenis hiu yang spesial banget. Bukan hanya karena ikan endemik Papua, juga karena dia suka berjalan di dasar laut menggunakan siripnya. Cute banget ya.

Bamboo shark di Blue Magic

Manta Point

Dive site ini merupakan tempatnya pari manta nongkrong bersama teman-temannya. Disini kita ketemu nggak cuma 1 atau 2 manta, tapi 7 manta berenang santai mengitari terumbu karang. Mereka cuek dengan banyak penyelam yang sibuk memtoret mereka dari dasar berpasir. Dari permukaan, kita turun ke kedalaman 15 meter, dan diam disana sekitar 30 menit sambil menonton pari manta berputar-putar. 

Gerombolan pari manta di Manta Point

Disini kita jadi tau gimana caranya manta bisa melompat ke permukaan air, seperti yang sering kelihatan dari boat. Lagi berenang santai tiba-tiba ada yang berenang ke atas dengan kecepatan seperti jet, lalu menghempaskan badan ke air dan kembali berenang santai. Amazing!

Nggak puas cuma sekali, setelah interval time di pulau Arborek yang tidak jauh dari Manta point kita kembali menyebur di tempat yang sama dan mengulangi pertunjukan manta. Tak terhitung foto manta hasil jepretan hubby di kamera Canon G11 nya. Saking sudah bosan memotret manta, hubby mengorek-ngorek apa yang ada di dasar berpasir. Dan tadaaa, ketemulah ghostpipefish. Pipefish ini sering terlewatkan kalau tidak dilihat dengan teliti, karena kemampuannya berkamuflase mirip daun atau karang lunak ukuran kecil.

Ghostpipefish yang nyaris tak terlihat

Mike Point

Nama dive site ini diambil dari nama anaknya pemilik resort. Disini pertama kalinya saya ketemu hiu wobbegong, yaitu jenis hiu yang kayak karpet/keset karena sering nongkrong di dasar laut dengan mulutnya yang belel seperti ujung keset. Wobbegong banyak sekali terlihat di Raja Ampat. Awalnya exciting banget kalo ketemu wobbegong, tapi karena udah sering banget jadi bosan. Hehe, yaah begitulah dahsyatnya Raja Ampat. Sampai bikin kita bosan ketemu hewan laut eksotis.

Hiu wobbegong lagi ngumpet di bawah karang

Walaupun jenis hiu, wobbegong ini bener-bener cute dan tidak menakutkan sama sekali. Malah saya jadi merasa kasihan karena tiap kali ketemu diveguide biasanya mengganggu dia yang ngumpet di balik karang supaya mau keluar dan kelihatan sama kita. Padahal dia kan cuma mau istirahat. Kalo udah sebel digangguin terus dia kabur mencari tempat ngumpet yang baru. Dan saya pun sibuk ngejar-ngejar dia sambil merekam video. Sungguh pengalaman yang absurd, manusia ngejar hiu.

Di Mike Point karangnya juga cantik sekali. Yah seperti Raja Ampat pada umumnya sih. Disini juga ketemu schooling barracuda dan sweetlip.

Sardine reef

Dive site yang berarus kuat. Tapi arus yang kuat membuat ikan pada keluar dari persembunyiannya untuk panen plankton. Diveguide ternyata punya trik untuk memanggil rombongan ikan besar datang dengan membuat suara-suara tertentu. Katanya suaranya mirip dengan suara yang dihasilkan oleh ikan yang tertangkap secara spearfishing dan terluka. Jadi ikan besar jadi tertarik untuk mengecek ikan yan gterluka tersebut dan memakannya kalo ada kesempatan.

Diveguide "memanggil" gerombolan ikan di Sardine Reef


Otdima

Another place for pretty corals. Pokoknya kenyang deh melihat koral cantik aneka rupa kalo ke Raja Ampat. Juga jenis ikan yang beragam. Highlightnya di Otdima kita ketemu gerombolan sweetlips. Lihat aja bibir ikannya, nggak heran kalo mereka dikasih nama sweetlips. Bibirnya seksi begitu, mengalahkan Angelina Jolie :D

Gerombolan sweetlip di Otdima

Divesite lainnya

Masih ada beberapa divesite lain yang mau ditulis disini. Tapi disingkat aja ya. Karena nggak akan habis kata-kata untuk menggambarkan keindahan bawah laut Raja Ampat. Iihh jadi lebai gini nulisnya. Sungguh ingin kembali ke sana. Suatu saat nanti, tentu. Ke Misool yang lebih jauh di selatan, atau keliling Raja Ampat dengan liveaboard. Ke Pulau Kri lagi juga nggak nolak. 

Mudah-mudah ada rejeki lagi ya buat ke Raja Ampat. Amin..

Berpose di Mike Point Raja Ampat

starholiceuy wrote on Feb 19
mauuuuuu..... #baru bisa ngiler
Add a Comment